Curhat Warga Lombok Tentang Presiden Jokowidodo, Sangat Menyentuh.

Prsiden RI

Kepada bapak Presiden RI, Saya bukan pendukungmu, bahkan saya pembencimu. Saya tak rela engkau kembali jadi presiden.

Bukan karna harga-harga pada mahal seperti kata orang, toh kami masih pada mampu untuk belanja, padahal kami bukan orang mampu.

Saya menolakmu karna masalah idiologi, masalah kapasitasmu dan semua predikat tentangmu seperti yang saya yakini selama ini.

Maka ketika gempa menimpa kami, dan engkau datang berkunjung. Saya tetap tidak respek. Toh itu tugasmu pak presiden.

Maka ketika engkau datang ke Lombok Utara dan masyarakat pada menyambutmu, saya diam saja dan hanya melihatmu dari jauh dengan rasa sinis. Bahkan saya melarang anak istri untuk ikut larut dalam euforia kegembiraan menyambutmu. Padahal saya lihat istri saya pengen juga mendekat, ikut salaman bahkan berfoto-foto seperti yang dilakukan masyarakat lainnya.
Sampai datang waktu sholat. Kulihat bapak presiden tetap ingin sholat berjamaah bersama kami walau diingatkan sarana yang tidak memungkinkan.
Dengan tenang bapak presiden menuju gentong biru tempat penampungan air untuk berwudhu. 

Sangat hati-hati dan memakai air sedikit sekali, mungkin karna tahu air bersih sulit kami dapatkan. Dan agar jamaah lainnya tetap kebagian air untuk berwudhu.  
Lalu menyilahkan orang lain berwudhu di tempat itu. 
Sampai pada saat sholat saya masih mencari-cari kesalahannya. 

Bacaannya standar-standar saja seperti imam lainnya. 
Orang-orangpun bersalaman dengn bapak presiden  tanpa canggung. Tapi saya tetap menjauh dan tidak peduli.
Ketika bapak presiden ikut tidur di tenda, syaya diam-diam mulai memperhatikannya. Sosok yang mungkin sudah letih malam itu, tetap tampil penuh perhatian, menyapa rakyatnya dan berdiskusi pendek entah apa yg ditanyakan. 
Tubuh pemimpin itu rela merebahkan tubuhnya di bawa tenda beralaskan karpet di lapangan sepak bola ini dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Sejak tidur ditenda ini. Saya tidak pernah pulas, selalu was was dan terbangun begitu mendengar bunyi apapun. Khawatir dengan gempa susulan, khawatir dengan semua kemungkinan buruk yang siap menimpa kami.
Tapi malam ini,  alampun seperti diam memberi kenyamanan untuk kami beristirahat. Begitu syahdu, begitu damai perasaan keluarga saya.
Baru kali ini saya pulas tertidur seperti ada seseorang yang melindungi kami, menjaga istirahat kami, berada ditengah-tengah kami seperti rakyat lainnya. 
Sebelum tertidur, saya masih melihat dari jauh sosok pemimpin itu terbangun duduk. 
Mengitari pandangannya melihat dengan seksama pada rakyatnya yang bergelimpangan diatas tikar. 
Bapak presiden ikut merebahkan badannya, ikut bersama kami merasakan dinginnya malam,.
Malam ini begitu damai dan tenang. Bahkan suara tangis anak-anak yang biasanya berisik malam ini tidak terdengar. Anak saya juga tidak rewel malam yg begitu tenang. Seakan tidur kami di nina bobokkan oleh seorang ayah pada anak-anakya. 
Ya, seorang presiden pada rakyatnya.
Sewaktu bapak presiden pamit untuk melanjutkan perjalanannya, barulah saya  mendekat untuk ikut menjabat tangan itu. 
Dengan lirih saya ucapkan terimakasih dan kata maaf yang mungkin tidak dimengerti oleh bapak presiden.
Dalam hati saya memohon pada sang khalik, maafkan hambamu yang sangat kejam membenci pemimpinnya ini.
Kulihat ketulusan pada wajah kurusnya, kulihat keteduhan pada matanya. Kulihat senyum tipisnya yang ikhlas sambil menjabat tangan saya. Ingin rasanya memeluk tubuh kurus yg keletihan itu sambil memohon maaf ampun atas kesalahan-kesalahan yang kulakukan. 
Tapi saya hanya bisa berkata pelan " maafkan saya pak."
Hanya itu yg keluar dari mulut saya karna bapak presiden dengan cepat menjabat tangan-tangan yang lain. 
Saya melihat punggung itu menjauh ditemani bapak gubernur kami TGB.
Sosok pemimpin yang baru saja memperlihatkan jatidirinya, tabiat dan karakternya, bukan pencitraan seperti yang selama ini saya tuduhkan...
Maafkan saya bapak presiden. Maafkan rakyatmu yang tidak tahu diri, yang hanya mengenalmu dari opini-opini dan sosial media.
Walau saya masih bersyukur, masih sempat meminta maaf sebelum ajal menjemput dan mempertanggung jawabkan semua dosa-dosa saya terhadap sang ulil amry kepada sang Khalik Allah SWT... 
    
Tanjung, Lombok Utara. Agustus 2018
Muh. K. Anwar

Name

Artikel,20,BERITA,158,CPNS,3,DAERAH,72,Destinasi Lombok,6,Dunia,1,Gempa Bumi,1,kesehatan,13,Keuangan,1,kriminal,9,Life Style,3,Lombok Barat,5,Lombok Tengah,11,Lombok Timur,24,Lombok Utara,8,Olah raga,1,Olahraga,1,PEMILU,2,Peristiwa,6,Politik,19,Sejarah Lombok,1,Selebriti,1,teknologi,4,UMUM,62,Video lucu,1,viral,31,
ltr
item
Themandalika Lombok: Curhat Warga Lombok Tentang Presiden Jokowidodo, Sangat Menyentuh.
Curhat Warga Lombok Tentang Presiden Jokowidodo, Sangat Menyentuh.
https://3.bp.blogspot.com/-P2RuZi0GhXs/W3qIjupvQ9I/AAAAAAAAB9U/tVaOHnUvTfc4p5grXm8mOaLqqCGvc3JSQCLcBGAs/s640/gempa%2Blombok%2Bkamis%2Bsiang-01.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-P2RuZi0GhXs/W3qIjupvQ9I/AAAAAAAAB9U/tVaOHnUvTfc4p5grXm8mOaLqqCGvc3JSQCLcBGAs/s72-c/gempa%2Blombok%2Bkamis%2Bsiang-01.jpeg
Themandalika Lombok
http://www.themandalika.com/2018/08/curhat-warga-lombok-tentang-presiden.html
http://www.themandalika.com/
http://www.themandalika.com/
http://www.themandalika.com/2018/08/curhat-warga-lombok-tentang-presiden.html
true
2770506852326208913
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy