"Rizieq sekarang lagi di Malaysia lagi menyelesaikan program doktornya," ujar Kapitra saat ditemui usai shalat Jum'at di Masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017).
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pemeriksaan Rizieq Shihab terkait dengan pemeriksaan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga komunikasi antara dirinya dan Firza Husein diagendakan pada Rabu (10/5/2017).
Namun, Rizieq Shihab kembali mangkir dan tidak memenuhi panggilan tersebut.
"Kemarin tanggal 8 (Mei 2017) kami layangkan panggilan kedua untuk diperiksa tanggal 10 (Mei 2017), sudah kami layangkan," kata Argo.
Menanggapi hal tersebut, Kapitra menjelaskan alasan Rizieq tak memenuhi panggilan tersebut karena alasan kemanusiaan.
"Orangnya enggak ada di Indonesia, orangnya kemarin dipanggil lagi ibadah. Sekarang lagi selesaiin disertasinya," kata Kapitra.
Dia melanjutkan, Rizieq juga pergi ke Yaman untuk menyambangi anaknya untuk menyambut kelahiran cucunya.
"Jadi begini ada alasan hukum pembenaran yang dibolehkan di undang-undang, pertama karena dia melaksanakan ibadah, kedua dia mau nungguin anaknya melahirkan. Anaknya melahirkan di Yaman, cucu ketiga. Lalu dia meneruskan studinya," jelasnya.
Polda Metro Jaya berencana menjemput paksa Rizieq karena sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi.
"Dia kan di luar negeri, berarti nanti kami tinggal melakukan penjemputan secara paksa kepada yang bersangkutan," kata Argo.
Akan tetapi, menurut Kapitra, Rizieq tidak usah di jemput paksa pun, pekan depan akan pulang ke Indonesia. Sebab, sampai saat ini dia juga menjelakan Rizieq kapasitasnya sebagai saksi.
"Nanti juga pulang. Enggak dijemput paksa minggu depan juga pulang," kata Kapitra.
Polisi akan berkoordinasi dengan pihak keimigrasian terkait keberadaan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Rizieq yang tersangkut sejumlah kasus saat ini tengah berada di luar negeri.
"Kami belum tahu keberadaannya. Informasinya di Malaysia tapi tempatnya di mana belum tahu. Nanti akan koordinasi dengan Imigrasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.
Rizieq seharusnya memenuhi undangan pemeriksaan pada Rabu (10/5/2017). Namun ia mangkir karena sedang berada di luar negeri. Sebelumnya, ia juga mangkir pada pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April lalu.
Argo mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan Rizieq akan kembali. Namun pihaknya siap menjemput dia jika sudah menginjakkan kaki di tanah air.
"Nanti kalau pulang sampai Indonesia akan segera kami bawa," kata Argo.
Juru Bicara FPI Slamet Maarif membenarkan Rizieq masih berada di luar negeri. Namun dia tidak tahu di negara mana dia kini berada.
Slamet mempertanyakan mengapa polisi berkeras mengusut kasus itu. Ia memastikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan penyidik.
"Beliau masih di luar negeri, urusannya belum kelar. Pengacara beliau, Pak Kapitera selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata Slamet.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, Polri akan melihat perkembangan serta mengkaji apakah perlu melibatkan Interpol untuk memulangkan Rizieq.
"Kita lihat perkembangan, kalau memang diperlukan kita minta bantuan kepada NCB Interpol, untuk mengeluarkan red notice," kata Setyo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Jika rizieq masuk dalam red notice, kata Setyo, artinya penyidik meminta bantuan Interpol untuk melakukan upaya paksa atau membawa kembali orang yang dicari ke negara asalnya.
Namun, menurut Setyo, hingga kini Polri belum perlu meminta red notice kepada Interpol untuk mengembalikan Rizieq.
Dia menyatakan, polisi memerlukan waktu untuk mengusut kasus hukum yang melibatkan Rizieq.
"Tunggu tanggal mainnya," ujar Setyo.